Sulistiantost’s Weblog

TRUE LOVE – Fujii Fumiya (Ost. Ordinary People)

August 11, 2008 · Leave a Comment

Furikaeru to Itsumo kimi ga waratte kureta
(Ketika aku berbalik, Kau selalu tersenyum kepadaku)

Kaze no you ni sotto
(Selembut angin)

Mabushi sugite Me wo tojite mo ukande kuru yo
(Begitu mempesona, Bahkan ketika aku menutup mata, hanya kau yang terlintas dipikiranku)
Namida ni kawatteku
(Begitu mengharukan)*

Kimi dake wo shinjite Kimi dake wo kizutsukete
(Kupercaya hanya kepadamu, Ku terluka juga karenamu)
Bokura wa Itsumo Haruka haruka tooi mirai wo
Yumemiteta hazu sa
(Kita selalu memimpikan masa depan yang masih jauh dari kita)

Tachidomaru to Nazeka kimi wa utsumuita mama
(Ketika aku berhenti, untuk sebuah alasan Kau menundukkan pandanganmu)
Ame no you ni sotto
(Selembut hujan)

Kawaranai yo Ano hi kimi to deatta hi kara
(Aku tidak pernah berubah, Sejak pertama kali kita bertemu)
Namida ni kawatte mo
(Walaupun dalam keadaan sedih)*

Kimi dake wo mitsumete Kimi dake shika inakute
(Aku ada hanya untukmu, Tidak ada seorangpun kecuali engkau)
Bokura wa Itsumo Haruka haruka tooi mirai wo
Yumemiteta hazu sa
Yumemiteta hazu sa

(Kita selalu memimpikan masa depan yang masih jauh dari kita)

Alih Bahasa: Sulistianto

Mau Lihat Videonya? Klik

http://www.youtube.com/watch?v=97o22K6XL_8

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Daftar Gaji Pejabat RI 2004-2009

July 29, 2008 · Leave a Comment

http://jakarta.indymedia.org/newswire.php?story_id=465
TKPnya Nih:
http://www.mail-archive.com/mm-ugm@y…/msg01082.html

Daftar Gaji Pejabat RI

Referensi Bagi yang mau jadi pejabat. (Gua mah kagak)
Data ini dikeluarkan oleh bagian anggaran tertanggal 22 februari 2005.
Fasilitas anggota DPR RI, 2004-2009
A. Gaji pokok dan tunjangan
1. Rp 4.200.000/bulan
2. tunjangan
a. Jabatan Rp 9.700.000/ bulan
b. Uang paket Rp 2.000.000/bulan
c. Beras Rp 30.090/jiwa/bulan
d. Keluarga:
suami/istri (10% X Gaji pokok Rp 420.000/bln)
anak (25 X Gaji pokok Rp 84.000/jiwa/bulan)
e. Khusus pph, pasal 21 Rp 2.699.813
B.penerimaan lain-lain
1. Tunjangan kehormatan Rp 3.720.000/bulan
2. Komunikasi intensif Rp 4.140.000/bulan
3. Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 4.000.000
4. Pansus Rp 2.000.000/undang-undang per paket
5. Asisten anggota (1 orang Rp 2.250.000/bulan)
6. Fasilitas kredit mobil Rp 70.000.000/orang/per periode
C.Biaya perjalanan
1. Piket pulang pergi sesuai daerah tujuan masing-masing
2. Uang harian:
a. Daerah tingkat I Rp 500.000/hari
b. Derah tingkat II Rp 400.000/hari
3. Uang representasi:
a. Daerah Tingkat I Rp 400.000
b. Daerah Tingkat II Rp 300.000
(keterangan: lamanya perjalanan sesuai program kerja, dan sebanyak-
banyaknya 7 hari untuk kunjungan kerja per orangan, dan 5 hari untuk
kunjungan kerja tim komisi/gabungan komisi)
D. Rumah jabatan
1. Anggaran pemeliharaan
- RJA Kalibata, Jakarta Selatan Rp 3.000.000/rumah/tahun
- RJA Ulujami, Jakarta Barat Rp 5.000.000/rumah/tahun
2. Perlengkapan rumah lengkap
E. Perawatan kesehatan uang duka dan biaya pemakaman
1. Biaya pengobatan (oleh PT Askes)
- Anggota DPR, suami/anak kandung/istri dan atau anak angkat dari
anggota
yang bersangkutan.
- Jangkauan pelayanan nasional:
> Di provider diseluruh Indonesia yang ditunjuk termasuk provider
ekslusif untuk rawat jalan dan rawat inap.
2. Uang duka :
-wafat (3 bulan X gaji)
-tewas (6 bulan x gaji)
3. Biaya pemakaman Rp 1.050.000/orang
F. Pensiunan
1. Uang pensiun (60% x gaji pokok) Rp 2.520.000/bulan
2. Tunjangan beras Rp 30.090/jiwa/bulan
——–
Daftar penghasilan pejabat negara per bulan, yang dikeluarkan bagian
anggaran keuangan tertanggal 28 Januari 2005.
Presiden:
Gaji pokok Rp 30.240.000
Tunjangan jabatan Rp 32.500.000
Total Rp 62.740.000.
Wakil Presiden:
Gaji Pokok Rp 20.160.000
Tunjangan jabatan Rp 22.000.000
Total Rp 42.160.000
Ketua DPR:
Gaji pokok Rp 5.040.000
Tunjangan jabatan Rp 18.900.000
Uang paket Rp 2.000.000
Komunikasi Intensif Rp 4.968.000
Total Rp 30.908.000
Ketua Mahkamah Agung (MA):
Gaji pokok Rp 5.040.000
Tunjangan jabatan Rp 18.900.000
Uang paket Rp 450.000
Total Rp 24.390.000
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK):
Gaji pokok Rp 5.040.000
Tunjangan jabatan Rp 18.900.000
Total Rp 23.940.000
Wakil Ketua DPR:
Gaji pokok Rp 4.620.000
Tunjangan jabatan Rp 15.600.000
Uang paket Rp 2.000.000
Komunikasi Intensif Rp 4.554.000
Total Rp 26.774.000
Wakil Ketua MA:
Gaji pokok Rp 4.620.000
Tunjangan jabatan Rp 15.600.000
Uang paket Rp 450.0000
Total Rp 20.670.000
Wakil Ketua BPK:
Gaji pokok Rp 4.620.000
Tunjangan jabatan Rp 15.600.000
Total Rp 20.220.000
Ketua Muda MA:
Gaji pokok Rp 4.410.000
Tunjangan jabatan Rp 10.100.000
Uang paket Rp 450.000
Total Rp 14.960.000
Anggota DPR sebagai Ketua Komisi atau Badan:
Gaji pokok Rp 4.200.000
Tunjangan jabatan Rp 9.700.000
Uang paket Rp 2.000.000
Tunjangan kehormatan Rp 4.460.000
Komunikasi Intensif Rp 4.140.000
Bantuan listrik Rp 4.000.000
Total Rp 28.500.000
Anggota DPR sebagai Wakil Ketua Komisi atau Badan:
Gaji pokok Rp 4.200.000
Tunjangan jabatan Rp 9.700.000
Uang paket Rp 2.000.000
Tunjangan kehormatan Rp 4.300.000
Komunikasi Intensif Rp 4.410.000
Bantuan listrik Rp 4.000.000
Total Rp 28.340.000
Anggota DPR sebagai Anggota Komisi atau Badan:
Gaji pokok Rp 4.200.000
Tunjangan jabatan Rp 9.700.000
Uang paket Rp 2.000.000
Tunjangan kehormatan Rp 3.720.000
Komunikasi Intensif Rp 4.410.000
Bantuan listrik Rp 4.000.000
Total Rp 27.760.000
Anggota MA:
Gaji pokok Rp 4.200.000
Tunjangan jabatan Rp 9.700.000
Uang paket Rp 450.000
Total Rp 14.350.000
Anggota BPK
Gaji pokok Rp 4.200.000
Tunjangan jabatan Rp 9.700.000
Total Rp 13.900.000
Menteri Negara, Jaksa Agung, Panglima TNI dan pejabat lain yang
setingkat atau disetarakan dengan Menteri Keuangan:

Gaji pokok Rp 5.040.000
Tunjangan jabatan Rp 13.608.000
Total Rp 18.648.000
Kepala Daerah Provinsi:
Gaji pokok Rp 3.000.000
Tunjangan jabatan Rp 5.400.000
Total Rp 8.400.000
Wakil Kepala Daerah Provinsi:
Gaji pokok Rp 2.400.000
Tunjangan jabatan Rp 4.320.000
Total Rp 6.720.000
Kepala Daerah Kabupaten/kota:
Tunjangan pokok Rp 2.100.000
Tunjangan jabatan Rp 3.780.000
Total Rp 5.880.000
Wakil Kepala Daerah
Gaji pokok Rp 1.800.000
Tunjangan jabatan Rp 3.240.000
Total Rp 5.040.000
Daftar ini dikeluarkan oleh Bagian Anggaran Departemen Keuangan,
ditandatangi pada tanggal 28 januari 2005 sebelum disesuaikan dengan
anggaran kenaikan APBN 2006.

→ Leave a CommentCategories: Indonesia Tercinta
Tagged: , ,

Catatan Khusus Seorang Pramugari

July 29, 2008 · Leave a Comment

 

 

 

 

 

 

 

 

From: Andihoo.com

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.
Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.
Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.
Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.
Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.
Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.
Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.
Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.
Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.
Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.
Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.
Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.
Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.
Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.
Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.
Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Indahnya Kota di Malam Hari

July 20, 2008 · 1 Comment

From: Baruklinting

http://www.margaluy u-pusat.net
http://apps. margaluyu- pusat.net
http://margaluyu- pusat.blogspot. com
http://baruklinting .blogspot. com

Singapore

Paris

Niagara Falls

London

Brazil

Toronto

Jakarta

Ups sorry, jakarta lagi kena pemadaman listrik bergilir…

→ 1 CommentCategories: Uncategorized

Demonstrasi

June 29, 2008 · Leave a Comment

 

VS

Demonstrasi yang terjadi pada tanggal 24 Juni 2008 di depan Gedung DPR dan MPR sesungguhnya memiliki tujuan mulia yaitu menyampaikan aspirasi rakyat. Namun sayang harus diakhiri dengan rusuh.

Seandainya para demonstran mengerti arti demokrasi, maka ketika suara mereka tidak didengar, mereka akan menerima dengan lapang dada.

Karena itulah demokrasi. Sing Menang Aja Umuk, Sing Kalah Aja Ngamuk (Jika apa yang diperjuangkan berhasil, janganlah sombong dan ketika apa yang diperjuangkan gagal, maka jangan marah)

Jika demonstrasi berubah anarki, akankah didukung oleh rakyat?????

Coba bandingkan dengan demonstrasi di Korea. Damai, teratur. Kapan ya Indonesia????

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

DIAM BUKANLAH SELALU EMAS (SILENT IS NOT ALWAYS GOLD)

June 29, 2008 · Leave a Comment

Pepatah kuno orang barat “Silent is Gold”, tentu sangat kita kenal.
Akan tetapi untuk masa sekarang apakah masih relevan? Bisa saja
pepatah itu beralih rupa menjadi “Silent is not always Gold”.
Bangsa Amerika di jaman globalisasi menyatakan bahwa “Silent is the
stupidity” (diam itu adalah kebodohan), Lain lagi orang orang Jepang
, menafsirkan diam, sebagai pengakuan rasa bersalah. Lain pula orang
jawa, yang mengisyaratkan diam sebagai suatu ketidakpastian
(ambiguity). Orang India secara definitip menyatakan diam sambil
menganggukan kepala sebagai pernyataan tidak sependapat

Kita yang hidup di Indonesia, lebih cenderung mengambil kaedah orang
Jawa yang menafsirkan diam sebagai bentuk ambiguity (ketidakpastian) .
Hal ini disebabkan oleh budaya patternalistik yang telah mengakar
ratusan tahun. Rasa sungkan untuk berkata tidak setuju terhadap
pendapat orang yang lebih berkuasa, meski suara hatinya menyatakan
tidak setuju. Sikap inilah yang banyak muncul dalam bentuk mengiktui
kata orang yang lebih kuasa, dibanding mengikuti suara hatinya,

Dengan uraian seperti diatas, maka terungkap bahwa “Silent is not
alway Gold”. Bisa juga berarti diam adalah representasi stupitdity
(kebodohan), atau bisa juga berarti pengakuan atas kesalahan yang
dilakukan.
Kalau ditanya, berapa banyak orang sih yang berani mengakui kesalahan.
Yah mungkin bisa dihitung dengan jumlah jari.
Kesalahan biasanya ditutup dengan aneka alasan. Sedangkan yang namanya
alasan 99% adalah bohong. Dengan kata lain supaya diri ini terlihat
bersih maka tidak segan-segan ditutup dengan kebohongan yang
mengalihkan (placement) kesalahan kepada pihak/obyek lain.
Misalnya datang terlambat ke kantor, dengan alasan jalan macet. Janji
tidak tepat waktu dengan alasan ada kesibukan lain yang tidak bisa
ditinggalkan. Sedang meeting dengan client padahal sebenarnya sedang
mojok dengan pacar atau selingkuhanya.
Jelasnya aneka kebohongan secara sadar penuh dibuat sebagai alasan
agar diri terlhat bersih dimata orang lain.

Phenomena aneka kebohongan mau tidak mau harus diakui selalu ada di
lingkungan kehidupan kita, yang menjadi cost (biaya) kelakuan, Bahkan
kebohongan disimpan rapi dalam “safey box” supaya tidak bisa dilihat
oleh orang lain. Bukankah ini kita mengeluarkan extra cost (biaya
ekstra) terhadap kelakuan ?

Bicara soal kebohongan, memang diakui ada jenis kebohongan tertentu
yang di tolerir dilakukan, jika dalam keadaan memaksa (force major).
Seperti seorang tawanan perang yang sedang di interogerasi terpaksa
berbohong untuk melindungi induk pasukanya.

Yang harus dan patut kita fahami, bahwa kebenaran / kebaikan, akan
selalu bisa merembes keluar dari ketatnya pagar kebohongan. Cepat atau
lambat pasti alir kebenaran / kebaikan akan memberikan informasi
keadaan yang sesungguhnya terjadi. Dan jika kebenaran / kebaikan sudah
terkuak, maka akan menutup seluruh pintu rezeki bagi pelaku
kebohongan, sebagai konsekwensi logis, baik datang dari arah verikal
(sunnatullah) maupun dari arah horizontal sebagai pelanggaran
hukum-hukum sosial.

Zaman sekarang kita tidak bisa lagi mengatakan bahwa “diam itu emas
(silent is gold)”. Karena, diam adalah ekspressi ambiguity
(ketidakpastian) yang penuh dengan teka teki keraguan.
Tidak ada satupun persoalan / masalah yang bisa diselesaikan dengan
cara diam.

Jika kita melempar uang logam (koin) 100an rupiah. Kemudian kita
menebak sisi koin mana yang jatuh menghadap kita. Gambar Garuda atau
angka 100 ? Dalam beberapa lemparan, mungkin saja tebakan kita benar
atau sebaliknya salah. Intinya kita segera akan tahu kejadian akhir
yang terjadi, Dengan kata lain tahu dan faham kejadian yang
sesungguhnya terjadi.
Akan tetapi jika kita hanya berdiam diri, tidak pernah berani melempar
koin tersebut, kita tidak akan pernah tahu sisi koin mana yang akan
jatuh menghadap kita. Dengan kata lain kita tidak akan pernah bisa
tahu apa kejadian yang sesungguhnya akan terjadi.

Oleh karena itu menjalani kehidupan tidak bisa dilakukan dengan
berdiam diri dalam menghadapi setiap persoalan. Jika dalam pengambilan
keputusan ternyata salah, Maka harus berani mengaku salah. Maka akan
banyak orang lain yang akan membantu diri kita untuk keluar dari
kesalahan.
Tidak satupun manusia di dunia yang yang bisa bertindak benar. Tanpa
pernah tahu aneka kesalahan yang perjadi. Apakah kesalahan itu
dipelajari dari pengalaman orang lain atau pengalaman sendiri.
Resiko terkecil adalah belajar dari pengalaman orang lain.

Kalu kita memahami, bahwa kebohongan adalah mutlak salah. Maka mulai
saat ini tinggalkan dan lupakan.
Kalau kita memahami, bahwa teman kita, sebagai pemicu diri kita
berbuat kebohongan. Maka jangan ragu-ragu. Tinggalkan dan lupakan dia.
Dan akhirnya…. …, jangan lagi memberikan ruang kosong didalam diri,
menjadi tempat tinggal yang empuk bagi kebohongan.

Sirigig kudu jeung harti, sarengkak rejeng pikiran.
Memeh prak sing ati-ati, lamun sidik goreng singkiran
(terjemahan bebas:……
Tempatkan suara hati nurani kedalam pikiran. Selalu waspada dan
hati-hati. Jika tahu ada kesalahan, segera singkirkan)

Tara bagja nu dongkap lamun anjeun ungkul cingogo (tidak kebaikan yang
akan datang, kalau kita hanya duduk-duduk saja).

Diambil dari:

Webmaster www.margaluyu-pusat.net

margaluyu@yahoogroups.com

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Sadis-Afgan

June 18, 2008 · Leave a Comment

Terlalu Sadis Caramu
Menjadikan Diriku
Pelampiasan Cintamu
Agar Dia Kembali Padamu
Tanpa Peduli Sakitnya Aku

Tega Nian Nya Caramu
Menyingkirkan Diriku
Dari Percintaan Ini
Agar Dia Kembali Padamu
Tanpa Peduli Sakitnya Aku

Semoga Tuhan Membalas Semua Yang Terjadi
Kepadaku Suatu Saat Nanti
Hingga Kau Sadari Sesungguhnya Yang Kau Punya
Hanya Aku Tempatmu Kembali
Sebagai Cintamu

Hanya Aku Tempat Mu Kembali

Semoga Tuhan Membalas Semua Yang Terjadi
Kepadaku Suatu Saat Nanti
Hingga Kau Sadari Sesungguhnya Yang Kau Punya
Hanya Aku Tempatmu Kembali
Sebagai Cintamu

Hingga Kau Sadari Sesungguhnya Yang Kau Punya
Hanya Aku Ooo……………
Sebagai Cintamu

Lirik Lagu Sadis – Afgan

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Aku-Pass Band

June 18, 2008 · Leave a Comment

Aku dilahirkan bukan untuk menyakitimu
Tapi kudigariskan tak membahagiakan hidupmu
Suatu hari nanti jika hadir si buah hati

Kuberharap slalu, tak seperti diriku

Janganlah menangis terkadang cinta itu sadis
Dan janganlah marah terkadang cinta bikin susah
Mungkin ku bajingan tapi bukan penjahat perang
Yang s’lalu menikam tanpa belas kasihan

Biarlah hujan menyirami kesalahan aku ini
Biarlah bulan menyinari penyesalan aku ini
Biarlah bintang menikmati kepedihan aku ini

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Melawan Kekerasan dengan Kedamaian

June 4, 2008 · Leave a Comment

anarkisme

VS

damai

Apapun alasannya, kekerasan terhadap saudara sebangsa adalah tindakan salah!!!

Jangan menggunakan dalil agama sebagai pembenaran tindakan kekerasan!!!

Namun kita jangan membalas kekerasan dengan kekerasan, karena kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah!!!

Balas kekerasan dengan kedamaian dengan menghormati hukum yang berlaku untuk menindak pelanggaran hukum yang ada!!!

“Peace for Indonesia”

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Tips Kuat Bekerja 16 jam Sehari

May 30, 2008 · 1 Comment

Tips Kuat Bekerja 16 jam Sehari
Selama perang dunia II, Winston Churchill yang ketika itu berusia 60an tahun mampu bekerja sekitar 16 jam sehari. Apa rahasianya? Beristirahat sebelum capek. Bisa 1 jam, 30 menit atau bahkan cuma 5 menit. Istirahat bukanlah hanya sekedar tidur, tapi masa perbaikan.
Dr.Walter B. Cannon dari fakultas kedokteran Universitas Harvard mengatakan “banyak yang beranggapan bahwa jantung bekerja secara terus menerus, tapi sebenarnya setelah jantung berdenyut, ia istirahat sesaat. “
Jadi, cobalah istirahat sebelum tubuh kita capek.
Selamat mencoba !

→ 1 CommentCategories: Uncategorized
Tagged: , , ,